Edy Kirim Bantuan Korban Bencana Madina: Sembako, Tak Mungkin Kulkas



Medan, Indonesia —

Banjir dan longsor melanda 16 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi pun langsung menuju lokasi bencana untuk meninjau kondisi masyarakat di sana.

“Ada beberapa desa yang terputus, ada dua kecamatan. Ini kami mau berangkat dengan Kapolda dan Pangdam ke sana,” kata Edy Rahmayadi, Senin (20/12).

Menurut Edy bantuan akan dikirim untuk masyarakat yang terdampak bencana tersebut. Setidaknya ada 2.108 kepala keluarga terdampak banjir.

“Kalau bantuan tak usah diomongin, itu sudah kewajiban pemerintah memberikan bantuan kepada rakyatnya. Tapi pastinya sembako, tak mungkin kulkas kita kirim ke sana,” ujar mantan Pangdam Bukit Barisan tersebut.

Sebagai informasi, banjir merendam 16 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Minggu (18/12). Di beberapa titik, ketinggian banjir bahkan mencapai 2 meter bahkan sampai ke atap rumah.

Ada 16 kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Natal, Ranto Baek, Lingga Bayu, Batang Natal, Panyabungan, Hutabargot, Sinunukan, Panyabungan Barat, Panyabungan Timur, Panyabungan Selatan, Panyabungan Utara, Nagajuang, Siabu, Muara Batang Gadis, Batahan, dan Kotanopan

“Dari data, ada 16 kecamatan yang terdampak banjir. Setidaknya ada 2.108 kepala keluarga terdampak banjir,” kata Kasi Pemulihan Sosial Ekonomi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Julinaida Hasibuan, Minggu (19/12).

Julinaida menyebutkan banjir melanda Madina sejak Jum’at (17/12) hingga Minggu (19/12). Banjir disebabkan sungai meluap yang disebabkan intensitas hujan tinggi.

“Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas yang cukup tinggi pada Jumat (17/12) sekitar pukul 18.00 WIB. Sebagian wilayah ada yang telah surut, namun ada juga yang kembali terendam,” paparnya.

Menurutnya ketinggian air juga bervariasi dari mulai satu meter hingga dua meter. Penyebabnya karena lokasi berdekatan dengan sungai. Warga yang rumahnya terdampak banjir parah sudah dievakuasi.

“Di beberapa titik ada sampai 2 meter, sampai ke atap rumah. Paling tinggi di kelurahan Tapus sampai 2 meter. Kurang lebih 101 jiwa mengungsi. Tapi di Kelurahan Tapus yang di Kecamatan Lingga Bayu bertambah. Ini kita masih merekap data,” urainya.

Selain banjir kata Julinaida, ada sekitar lima titik di Madina terjadi longsor. Material longsor bahkan sempat menutup jalan lintas Sumatera.

“Masih dilakukan pembersihan material longsor untuk membuka akses jalan dengan mendatangkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mandailing Natal,” katanya.

(fnr/kid)

[Gambas:Video ]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *