Eks Kantor Gubernur Irian Barat di Tidore Kebakaran



Tidore, Indonesia —

Kebakaran melanda Bekas Kantor Gubernur Irian Barat di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, Senin (15/11) dini hari.

Diketahui saat ini gedung yang memiliki nilai sejarah itu saat ini merupakan bagian dari Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan.

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIT dini hari. Kebakaran berlangsung kurang lebih 4 jam, api baru berhasil dipadamkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Salah satu anggota pemadam kebakaran, Isrun Zainal, saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan kebakaran tersebut terjadi mendekati pukul 03.00 WIT dini hari.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat pukul 03.00 WIT, setelah tiba di lokasi api sudah membesar,” terangnya.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab terjadi kebakaran tersebut.

“Kemungkinan besar karena korsleting,” kata Isrun.

Kebakaran di kompleks sekolah itu, katanya, terjadi di ruang sarana, kurikulum, kesiswaan, bimbingan konseling serta UKS

“Untungnya cepat ditangani, kalau tidak, bisa merembet hingga ke ruang kelas dan ruangan lainya,” ujar Isrun.

Terpisah, salah satu guru SMA Negeri 1 yang enggan menyebutkan namanya menyebutkan, kerugian ditaksir kurang lebih ratusan juta setelah kebakaran itu.

Bukan hanya itu saja, kebakaran itu menghanguskan sejumlah dokumen penting dalam ruangan tersebut.

“Banyak dokumen berharga dalam ruangan itu, salah satunya itu laporan dana BOS dari tahun 2014 sampai sekarang,” katanya.

Dirinya mengaku penyebab terjadi kebakaran tersebut kemungkinan besar karena korsleting.

“Kemungkinan besar karena korsleting, karena gedung itu gedung lama, dan instalasi di gedung itu juga sudah lama dari zaman masih menjadi kantor Gubernur Irian Barat lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi, pusat pemerintahan provinsi Irian (sekarang) Papua pernah bertempat di Tidore pada dekade 1950-1960an silam. Kala itu Sultan Tidore, Sultan Zainal Abidin Syah menjabat sebagai gubernur irian pertama pada 1956-1961.

Penetapanya dilakukan Presiden pertama RI Presiden Soekarno seiring pembentukan Provinsi Perjuangan Irian Barat pada masa tersebut. Sebagai gubernur, Sultan Zainal pun ikut dalam perjuangan pembebasan Irian barat kala itu.

(sah/kid)

[Gambas:Video ]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *