Mantan Napi Teroris Kutuk Bom Bandung: Bukan Ajaran Islam



Makassar, Indonesia

Mantan narapidana terorisme Muchtar Daeng mengutuk aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung. Menurutnya, tindakan itu tak sesuai ajaran Islam.

“Aksi itu, saya mengutuknya, karena tidak sesuai ajaran agama Islam,” kata Muchtar Daeng Lau, Kamis (8/12).

Muchtar berharap tak ada yang memperdebatkan baik dan buruk dari aksi bom bunuh diri.

Dia menegaskan bahwa tindakan tersebut tak sesuai dengan Islam.

“Bom bunuh diri itu sesuatu yang dilarang agama dan tidak dianggap bagian jihad dalam agama Islam,” kata dia.

Ketua Yayasan Kapala Sikawarui Appa Sulapa itu menyebut orang yang nekat melakukan aksi bom bunuh diri punya pehamanan agama yang kurang.

Akibatnya, mudah dimanfaatkan dengan diberikan doktrin untuk mencapai ke surga.

“Mereka ini direkrut oleh mentor-mentor yang mengiming-imingi jalan mudah untuk ke surga. Oleh karena itu perlunya memahami ilmu agama dari orang-orang yang ahli,” jelasnya.

Muchtar menjelaskan bahwa radikalisme dan terorisme ada di mana-mana. Oleh karena itu, masyarakat perlu benar-benar terlindungi dari para penyebar paham tersebut.

Warga yang sudah mulai terpapar pun harus diberikan pemahaman yang benar. Jangan sampai terjerumus terlalu dalam.

“Dipahamkan atau diajak dialog terhadap orang-orang terpapar radikalisme atau melampaui keinginannya yang tidak terpenuhi atau kekecewaan secara kasat mata tidak terlihat,” ucapnya.

Muchtar Daeng Lau merupakan salah satu mantan napi terorisme pada malam takbiran 5 Dsember 2002 lalu di dua lokasi berbeda yakni di restoran cepat saji McDonald’s Mall Ratu Indah dan show room mobil NK Kalla.

Dalam kasus itu Muchtar Daeng Lau divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun.

Saat ini, Muchtar Daeng Lau menjadi Ketua Yayasan Kapala Sikawarui Appa Sulapa yang beranggotakan dari beberapa mantan-mantan narapidana terorisme di Sulawesi Selatan.

Bom bunuh diri meledak di Polsek Astana Anyar, Bandung pada Rabu kemarin (7/12). Pelaku adalah Agus Sujatno yang merupakan mantan napi teroris. Dia diketahui berasal dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yakin pelaku tidak melakukan aksinya sendirian.

Akibat bom tersebut, pelaku meninggal dunia di tempat. Ada satu polisi yang juga tewas akibat terkena ledakan bom. Sementara itu, ada 9 orang mengalami luka.

(mir/bmw)



[Gambas:Video ]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *