PKS Yakin Omicron RI Banyak, DPR Minta Pemerintah Ubah Aturan Nataru
Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kurniasih Mufidayati meyakini kasus Covid-19 varian Omicron asal Afrika Selatan di Indonesia saat ini sudah lebih dari satu kasus.
Dia yang karib disapa Mufida itu merespons pernyataan pemerintah yang baru saja mengumumkan temuan pertama kasus Covid-19 varian Omicron dari salah satu petugas kebersihan di Wisma Atlet, Jakarta pada Kamis (15/12).
“Satu petugas Wisma Atlet terkonfirmasi varian Omicron tanpa gejala, amat mungkin sudah ada kasus lainnya yang tanpa gejala sebelumnya,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (16/12).
Keyakinan Mufida berkaca pada sifat varian tersebut yang menular lebih cepat dari varian Covid-19 lain. Oleh karena itu, anggota Komisi IX DPR RI itu meminta pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi sedini mungkin guna mengantisipasi penyebaran kasus tersebut lebih jauh.
PKS, sambungnya, meminta telusur tracing segera dilakukan ke semua kontak erat kasus konfirmasi pertama, disusul tes masif sebagai upaya mitigasi. Mitigasi dinilai penting karena momentumnya bersamaan dengan libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
Ketua DPR Puan Minta Pemerintah Ubah Aturan
Ketua DPR, Puan Maharani berharap pemerintah mempertimbangkan untuk mengubah aturan saat libur Nataru usai kasus pertama Omicron Indonesia.
“Sebaiknya pemerintah segera pertimbangkan untuk melakukan peraturan atau tata cara bagaimana mengatasi dan memitigasi,” kata Puan kepada wartawan di kompleks parlemen, Kamis (16/12).
Politikus PDI-Perjuangan itu mengingatkan semua pihak bahwa saat ini Indonesia belum lepas dari pandemi Covid-19. Dia tak ingin agar libur Nataru mendatang justru terganggu karena kasus pandemi yang meningkat.
Desak Pintu Masuk RI Diperketat
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena, meminta pengawasan di pintu masuk Indonesia lebih diperketat dan deteksi virus lebih kencang usai kasus Omicron ada di Indonesia.
“Deteksi lebih masih masif, lebih kencang lagi kita lakukan di Tanah Air, terutama di pintu masuk orang luar atau WNI yang baru datang. Kemudian, testing dan tracing harus diperluas di seluruh Tanah Air,” kata Melki kepada Indonesia.com, Kamis (16/12).
Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan satuan tugas (satgas) di tingkat provinsi, kabupaten atau kota, sampai dengan desa dan kelurahan maupun komponen masyarakat di RT dan RW, bahu membahu mencegah merebaknya Omicron di tanah air.
Selain itu capaian program vaksinasi Covid juga diminta untuk dikebut demi mencapai kekebalan komunal.
(thr, mts/DAL)